Sunday, June 15, 2014

SETTING MODEM GSM

Setting Modem untuk Kartu TELKOMSEL Unlimited:
  • Profile Name: Telkomsel 
  • APN: telkomsel 
  • Access Number: *99# 
  • User Name: (Kosongkan) 
  • Password: (Kosongkan) 

Setting Modem untuk Kartu XL Unlimited: 
  • Profile Name: XL 
  • APN: xlunlimited 
  • Access Number: *99# 
  • User Name: (Kosongkan) 
  • Password: (Kosongkan) 

Setting Modem untuk Kartu XL GPRS:
  • Profile Name: xlgprs 
  • APN: www.xlgprs.net 
  • Access Number: *99# 
  • User Name: xlgprs 
  • Password: (Kosongkan) 

Setting Modem untuk Kartu 3 (Three):
  • Profile Name: 3data 
  • APN: 3data 
  • Access Number: *99# 
  • User Name: 3data 
  • Password: 3data 

Setting Modem untuk Kartu AXIS:
  • Profile Name: Axis 
  • APN: axis 
  • Access Number: *99# 
  • User Name: (Kosongkan) 
  • Password: (Kosongkan) 

Setting Modem untuk Kartu IM3:
  • Profile Name: IM3 
  • APN: www.indosat-m3.net 
  • Access Number: *99# 
  • User Name: (Kosongkan) 
  • Password: (Kosongkan)
SUMBER :
http://gonxbross.blogspot.sg/2012/09/setting-modem-untuk-kartu-telkomsel-xl.html
read more “SETTING MODEM GSM”

Tuesday, May 29, 2012

RAJAB

Amalan dibulan Rajab

Saat  ini  kita  telah  memasuki  bulan  rajab  yang
termasuk  salah  satu  dari  bulan-bulan  haram  sebagaimana
firman Allah SWT:
               Sesungguhnya  bilangan  bulan  pada  sisi  Allah  adalah  dua
belas  bulan,  dalam  ketetapan  Allah  di  waktu  Dia
menciptakan  langit  dan  bumi,  di  antaranya  empat  bulan
haram.  Itulah  (ketetapan)  agama  yang  lurus,  Maka
janganlah  kamu  Menganiaya  diri  kamu  dalam  bulan  yang
empat  itu,  dan  perangilah  kaum  musyrikin  itu  semuanya
sebagaimana  merekapun  memerangi  kamu  semuanya,  dan
ketahuilah  bahwasanya  Allah  beserta  orang-orang  yang
bertakwa (At-Taubah 36)

Empat bulan haram itu disebutkan dalam sabda Rasulullah
SAW berikut :
           ﺔﻌﺑﺭﺃ ﺎﻬﻨﻣ ﺍﺮﻬﺷ ﺮﺸﻋ ﺎﻨﺛﺍ ﺔﻨﺴﻟﺍ ﺽﺭﻷﺍﻭ ﺕﺍﻭﺎﻤﺴﻟﺍ ﻖﻠﺧ ﻡﻮﻳ ﻪﺘﺌﻴﻬﻛ ﺭﺍﺪﺘﺳﺍ ﺪﻗ ﻥﺎﻣﺰﻟﺍ ﻥﺇ
             ﻥﺎﺒﻌﺷﻭ ﻯﺩﺎﲨ ﲔﺑ ﻱﺬﻟﺍ ﺮﻀﻣ ﺐﺟﺭﻭ ﻡﺮﶈﺍﻭ ﺔﺠﳊﺍ ﻭﺫﻭ ﺓﺪﻌﹶﻘﻟﺍ ﻭﺫ ﺕﺎﻴﻟﺍﻮﺘﻣ ﺙﻼﺛ ﻡﺮﺣ
)ﻢﻠﺴﻣﻭ ﻱﺭﺎﺨﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ(.
"Sesungguhnya  zaman  telah  berputar  seperti  pada  hari
penciptaan  langit  dan  bumi,  setahun  terdapat  dua  belas
bulan dan empat di antaranya adalah bulan haram dan tiga
 2
diantaranya  berturut-turut,  yaitu  dzul  qa'dah,  dzul
hijjah,  muharram  dan  rajab  mudhar  yang  berada  di  antara
jumadil awal, jumadil akhir dan sya'ban" (HR. Bukhari dan
Muslim)
Bulan-bulan  haram  memiliki  kedudukan  yang  agung,  dan
bulan  rajab  termasuk  salah  satu  dari  empat  bulan
tersebut. Dinamakan bulan-bulan haram karena :
1. Diharamkannya  berperang  di  bulan-bulan  itu  kecuali
musuh yang memulai.
2. Keharaman melakukan perbuatan-perbuatan maksiat dibulan
ini lebih besar di bandingkan bulan yang lain.
Allah berfirman :
ﻡﺍﺮﳊﺍ ﺮﻬﺸﻟﺍ ﻻﻭ ﷲﺍ ﺮﺋﺎﻌﺷ ﺍﻮﻠﲢ ﻻ ﺍﻮﻨﻣﺁ ﻦﻳﺬﻟﺍ ﺎﻬﻳﺃ ﺎﻳ
"Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu melanggar
syi'ar-syi'ar  Allah,  dan  janganlah  melanggar  kehormatan
bulan-bulan haram" (Al-Maidah 2)
Yaitu  janganlah  melakukan  perbuatan-perbuatan  yang
diharamkan  sehingga  merusak  kesucian  bulan-bulan
tersebut. Larangan ini mencakup melakukan atau beritikad
melakukan perbuatan dosa.
Karena kedudukannya yang khusus itu mak hendaklah dijaga
kesucian bulan-bulan haram dengan menjauhi maksiat, sebab
kadar  dosa  dan  maksiat  akan  diperbesar  karena  pemuliaan
Allah  atas  bulan-bulan  tersebut.  Karena  itulah  Allah
telah secara khusus memperingatkan kita di ayat yang lalu
agar  jangan  menzalimi  diri  di  bulan-bulan  itu  padahal
secara  umum  perbuatan  tersebut  diharamkan  pada  setiap
waktu.

Do'a memasuki bulan rajab
 3
Di  antara  do'a  yang  dibaca  ketika  memasuki  bulan
rajab  sebagaimana  yang  dicontohkan  Rasulullah  SAW  dari
sahabat Anas bin Malaik ra. adalah :
 "Ya Allah berkahilah kami di bulan rajab dan sya'ban dan
sampaikanlah  (umur)  kami  hingga  ramadhan".
  
Hanya  saja hdits ini dilemahkan oleh sebagian ulama ahli hadits.

Amalan-amalan  yang  sering  dilakukan  di  bulan  Rajab  dan
hukumnya:
1-  Puasa di bulan Rajab :
Keutamaan berpuasa di bulan rajab tidaklah bersumber
dari  Rasulullah  SAW  ataupun  dari  sahabat-sahabatnya.
Syari'at berpuasa di dalamnya sama dengan yang ada di
bulan-bulan  yang  lain  seperti  puasa  senin  dan  kamis,
berpuasa  tiga  hari  biydh  dan  puasa  Dawud  (sehari
berpuasa dan sehari tidak). Sedangkan Umar ra. melarang
untuk  menghususkan  berpuasa  di  bulan rajab karena hal
itu menyerupai perbuatan orang jahiliyah.
Al-Hafidz  Ibnu  Hajar  berkata  :  "Tidak  ada  hadits
shahih  yang  bisa  dijadikan  hujjah  (landasan  hukum)
tetang  keutamaan  bulan  rajab,  termasuk  puasa  di
dalamnya  atau  puasa tertentu  dan shalat tertentu yang
khusus dilakukan dibulan rajab. Sedangkan hadits-hadits
yang  ada  tentang  hal  itu  terbagi  dua  : dhaif  (lemah)
dan  maudhu  (palsu)"!!.  Hadits-hadits  tersebut
dikumpulkannya  dengan  jumlah  11  hadits  dhaif  dan  21
hadits maudhu.
Imam  Ibnu  Qayim  berkata:  "Dan  Rasulullah  SAW  tidak
pernah berpuasa selama tiga bulan berturut-turut (yaitu
rajab,  sya'ban  dan  ramadhan)  sebagaimana  yang  banyak
dilakukan  orang.  Tidaklah  puasa  khusus  rajab  maupun
 4
puasa-puasa  lain  di  bulan  itu  lebih  disukai
dibandingkan di bulan-bulan yang lain".
Dalam  fatwa  laznah  ad-Daimah  dikatakan  bahwa  tidak
diketahui  adanya  sumber  syar'i  tentang  pengkhususan
puasa pada hari-hari di bulan rajab.

2. Umrah di bulan Rajab
Tidak  ada  satu  hadits  pun  yang  menunjukkan  bahwa
Rasulullah  SAW  berumrah  (khusus)  di bulan rajab. Oleh
karena  itu  mengkhususkan  umrah  di  bulan  rajab  serta
meyakini  bahwa  umrah  di  dalamnya  terdapat  keutamaan
yang tertentu, adalah termasuk perbuatan bid'ah. Tidak
pernah  Rasulullah  menetapkan  berumrah  di  bulan  rajab,
bahkan Ummul Mukminin Aisyah ra. telah mengingkari hal
tersebut (HR. Bukhari)
Syeikh Muhammad bin Ibrahim berkata dalam fatwanya :
"Pengkhususan beberapa hari rajab dengan amalan seperti
ziyarah  dan  lain-lain  tidaklah  memiliki  sumber  hukum.
Sebagaimana yang ditetapkan oleh Imam Abu Syamah dalam
kitab  al-bida'  wa  al-hawadits,  bahwa  tidak  ada
pengkhususan  ibadah  di  waktu-waktu  yang  tidak
dikhususkan  oleh  syar'i.  Karena  tidak  ada  waktu  yang
lebih utama dari waktu yang lain kecuali jika syari'at
telah  mengutamakannya,  bisa  dengan  hanya  mengutamakan
ibadah  tertentu  atau  mengutamakan  semua  amalan  baik
dalam  waktu  tersebut  yang  berbeda  dengan  waktu  yang
lain.  Oleh  karena  itu  para  ulama  mengingkari  adanya
pengkhususan  bulan  rajab  dengan  memperbanyak  umrah.
Akan  tetapi  jika  seseorang  berumrah  di  bulan  rajab
tanpa  meyakini  adanya  keutamaan  khusus  umrah  dibulan
itu maka tidak apa-apa.

3. Shalat Raghaib
 5
Yaitu  shalat  sebanyak  dua  belas  raka'at  setelah
shalat maghrib pada awal jum'at dengan enam kali salam.
Dibaca pada setiap raka'at setelah surat fatihah surat
al-Qadr tiga kali, surat al-Ikhlas dua belas kali dan
setelah  selesai  melaksanakan  shalat  membaca  shalawat
Nabi  sebanyak  tujuh  puluh  kali dan berdo'a sekehendak
hati.
Shalat ini dibuat oleh para pendusta. Tentang hal itu
Imam Nawawi berkata : "Itu termasuk bid'ah yang buruk
dan kemungkaran yang besar, maka hendaklah ditolak dan
ditinggalkan.  Termasuk  kemungkaranlah  bagi  yang
mengerjakannya".
Ibnu Jauzi berkata " "Tidak diragukan lagi bahwa itu
merupakan  perbuatan  bid'ah  yang  mungkar  dan  haditsnya
palsu" (al-Maudu'at : 2/124).
Syeikh  Islam  Ibnu  Taymiyah  berkata  :  "Shalat  raghaib
merupakan  bid'ah  berdasarkan  kesepakatan  para  ulama
agama  seperti  Imam  Malik,  Syafi'i,  Abu  Hanifah,  Ats-Tsauri,  Al-Auza'i,  Al-Laits  dan  lainnya.  Sedangkan
hadits  yang  diriwayatkan  tentang  hal itu menurut para
ahli hadits adalah suatu kebohongan.
Ditambahkan  oleh  al-Hafidz  Ibnu  Rajab  :  Hadit  yang
diriwayatkan tentang kekhsusuan shalat raghaib di bulan
rajab  itu  adalah  kebohongan  dan  batal.  Shalat  itu
merupakan  bid'ah  dalam  pandangan  jumhur  ulama…  hadits
tetang  hal  itu  muncul  setelah  empat  ratus  tahun
kemudian  dan  tidak  diketahui  oleh  para  pendahulu  dan
tidak  pernah  mereka  bicarakan. (Lathaif  al-Ma'arif  :
228).

4.   Berkumpul  dan  merayakan  Mi'raj  pada  malam  ke  27  di
bulan rajab
 6
Tidak  ada  dalil  yang  menentukan  tanggal  tersebut
maupun  bulannya.  Terdapat  perbedaan  besar  tentang  hal
ini  yang  pada  hakekatnya  itu  suatu  kebodohon.  "Tidak
ada  dalam  hadits-hadits  sahih  pengkhususan  malam  itu,
jika  ada  yang  mengkhususkannya  itu  tidaklah  sah  dan
tidak  ada  sumbernya".  Ini  dijelaskan  dalam  Kitab  al-Bidayah  wa  an-Nihayah  oleh  Ibnu  Katsir  (2/107)  dan
kitab Majmu'ul Fatawa (25/298).
Pengkhususkan  malam  tersebut  dalam  bentuk  menambah
ibadah seperti shalat malam dan puasa di siang harinya,
atau  menampakkan  kegembiraan  dan  suka  cita  dengan
mengadakan  perayaan-perayaan  yang  bercampur  dengan
perbuatan-perbuatan  haram  seperti  ikhtilat
(bercampurnya  laki-laki  dan  perempuan  yang  bukan
muhrim),  nyanyian  dan  musik.  Ini  semua  nyata  tidak
boleh dilakukan pada dua hari 'ied yang ada syaria'tnya
apalagi  hari-hari  'ied  yang  bid'ah  seperti  perayaan
isra dan mi'raj ini.
Shalat  pada  malam  ke  27  atau  sering  dikenal  dengan
nama  shalat  malam  mi'raj  adalah  termasuk  perbuatan
bid'ah yang tidak ada sumbernya (lihat kitab Khatimatu
safar as-Sa'adah oleh Fayruz Abadi (150) dan kitab At-Tankit  oleh  Ibnu  Hammat  (97)). Adapun dikatakan bahwa
peristiwa Isra Mi'raj berada di bulan rajab dan berada
pada  tanggal  tersebut,  menurut  ahli  ta'dil  wa  tajrih
adalah juga termasuk kebohongan (lihat kitab al-Ba'its
(232) dan Mawahib al-jalil (2/408)). 
Abu  Ishaq  Ibrahim  al-Harbi  berkata  bahwa  persitiwa
isra dan mi'raj Rasulullah SAW terjadi pada tanggal 27
rabi'ul awal (lihat kitab al-Ba'its (232) Syarh Muslim
oleh  Imam  Nawawi  (2/209)  Tabyinul  'Ujb  (21)   Mawahib
al- Jalil (2/308)). Adapun yang melaksanakan shalat di
 7
malam ke 27 rajab berdalil dengan riwayat yang berbunyi
:
 ﺐﺟﺭ ﻦﻣ ﲔﻘﺑ ﺙﻼﺜﻟ ﻚﻟﺫﻭ ﺔﻨﺳ ﺔﺋﺎﻣ ﺕﺎﻨﺴﺣ ﺎﻬﻴﻓ ﻞﻣﺎﻌﻠﻟ ﺐﺘﹸﻛ ﺔﻠﻴﻟ ﺐﺟﺭ ﰲ..
"Di Bulan rajab terdapat suatu malam yang akan dicatat
bagi  yang  melaksanakan  kebaikan  di  waktu  itu  dengan
kebaikan  seratus  tahun,  yaitu  pada tiga hari terakhir
bulan rajab…"
Hadits  ini  diriwayatkan  oleh  imam  Baihaqi  dalam
kitabnya  Asy-Syu'ab  (3/374)  yang  telah  ia  dha'if-kan
sebagaimana  juga  telah  didhai'if-kan  oleh  Al-Hafidz
Ibnu  Hajar  dalam  kitabnya  Tabyin  al-'Ujb  (25).  Para
ulama  juga  telah  bersepakat  bahwa  malam  yang  paling
utama  dalam  setahun  adalah  malam  lailatul  qadar,  hal
ini tentu bertentangan dengan hadits di atas.

5.   Pemotongan hewan kurban ('atirah)
Beberapa  ulama  mensunahkan  pemotongan  hewan  pada
bulan rajab berdasarkan dalil hadits yang diriwayatkan
oleh Mukhannaf ibn Salim ra. berikut :
            ﻝﻮﻘﻳ ﻪﺘﻌﻤﺴﻓ ﺕﺎﻓﺮﻌﺑ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﷲﺍ ﻰﻠﺻ ﱯﻨﻟﺍ ﻊﻣ ﺎﻓﻮﻗﻭ ﺎﻨﻛ ) :    ﻰﻠﻋ ﺱﺎﻨﻟﺍ ﺎﻬﻳﺃ ﺎﻳ
                 ﺎﻮﻤﺴـﺗ ﱵﻟﺍ ﻲﻫ ؟ ﺓﲑﺘﻌﻟﺍ ﺎﻣ ﻥﻭﺭﺪﺗ ﻞﻫ ﺓﲑﺘﻋﻭ ﺔﻴﺤﺿﺃ ﻡﺎﻋ ﻞﻛ ﰲ ﺖﻴﺑ ﻞﻫﺃ ﻞﻛ
 ﺔﻴﺒﺟﺮﻟﺍ (ﻭ ﺪﲪﺃ ﻩﺍﻭﺭﺩﻭﺍﺩ ﻮﺑﺃ ﻱﺬﻣﺮﺘﻟﺍﻭ ﻲﺋﺎﺴﻨﻟﺍﻭ
Kami  berwuquf  bersama  Rasulullah  SAW  di  Arafah,  dan
saya  mendengar  beliau  bersabda  :  "Wahai  sekalian
manusia,  kewajiban  setiap  keluarga  melakasanakan
'atirah  (kurban)  setiap  tahun,  tahukah  kamu  apa  itu
'atirah?  Itulah  yang  kamu  sekalian  namakan  rajabiyah
(kurban di bulan rajab)." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Nasai
dan Tirmidzi).
 8
Imam  Tirmidzi  berkata  :  ini  adalah  hadits  hasan
gharib  yang  hanya  diketahui  melalui  hadits  ibn  Aun.
Hadits ini didha'ifkan oleh Ibnu Hizam, Abdul Haq dan
Ibnu Katsir.
Jumhur ulama telah bersepakat bahwa hadits itu dimansuh
oleh  hadtis  yang  diriwayatkan  oleh  Abu  Hurairah  ra.
berikut :
ﱯﻨﻟﺍ ﻥﺃ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﷲﺍ ﻰﻠﺻ   ﻝﺎﻗ  :ﺓﲑِﺘﻋ ﻻﻭ ﻉﺮﹶﻓ ﻻ  .ﻢﻠﺴﻣﻭ ﻱﺭﺎﺨﺒﻟﺍ ﻩﺍﻭﺭ
Rasulullah SAW bersabda : tidak ada fara' juga 'atirah.
(HR. Bukhari dan Muslim)
  Imam  Abu  Dawud  berkata  bahwa fara'  itu  adalah  onta
yang  disembelih  untuk  berhala  kemudian  dimakan
dagingnya  dan  kulitnya  digantung  di  atas  pohon  dan
'atirah  adalah  korban  yang  dilaksanakan  pada  sepuluh
pertama  bulan  rajab.  'Atirah  ini  merupakan  kebiasaan
masyarakat  jahiliyah.  Yang  kemudian  hal  itu  dilarang
Rasulullah SAW.

6.  Ziyarah kubur di bulan rajab.
  Fenomena  yang  nampak  juga  dilakukan  beberapa
kalangan  masyarakat  adalah  melaksanakan  ziyarah  kubur
di bulan rajab dengan beranggapan bahwa itu lebih utama
dibandingkan  di  bulan-bulan  yang  lain.  Ini  juga
termasuk perbuatan bid'ah yang tidak pernah dicontohkan
di  zaman  Rasululullah  SAW  dan  para  sahabat.  Ziyarah
kubur  memang  dianjurkan  oleh  Rasulullah  SAW  dan
dilakukan kapan saja dalam setahunnya.

Adapun hal yang disyari'atkan dan dianjurkan dilaksanakan
di bulan rajab adalah:
 9
Meninggalkan  perbuatan  yang  dilarang  dan  diharamkan
seperti  menzalimi  diri  sendiri,  serta  memperbanyak
ketaatan  pada  Allah  dan  memperbanyak  perbuatan  baik.
Bertobat  nasuha  dan  kembali  pada  Allah  SWT  serta
mempersiapkan diri memasuki bulan ramadhan agar termasuk
para  pemenang  di  bulan  tersebut  dan  memperoleh  lailatul
qadar.  Persiapan  dilakukan  dengan  cara  melatih  hati  dan
jasmani  dengan  ibadah  dan  ketaatan  dan  merendahkan  diri
di hadapan Allah serta melaksanakan segala perintahNya.
Wallahu a'lam bish-shawab.

Disarikan dari makalah :
- Tanbiihaat haula syahr rajab oleh Ibrahim Al-Haddadi
-  Syahr  Rajab  bain  al-mubtada'  wa  al-masyru'  oleh  Dr.
Naif bin Ahmad bin Ali Al-Hamd
 
read more “RAJAB”

Sunday, March 13, 2011

CARA RESET MANUAL CANON TIPE IP

Langkah-Langkah Reset Ink Tank Full Error Canon Seri iP dan mP
Tahap Pertama (Reset Hardware)
1. Matikan printer, lalu cabut kabel listriknya.
2. Tekan dan tahan tombol POWER di printer.…(gunakan jari telunjuk untuk menahan tombol POWER ini)
3. Pasang kembali kabel listriknya.…(jari telunjuk tetap menekan tombol Power)
4. Gunakan jari tengah untuk menekan tombol RESUME sebanyak 2 kali.
5. Lepaskan jari telunjuk anda dari tombol POWER.…….(Printer akan terdeteksi kembali sebagai printer baru)
6. Anda telah menyelesaikan tahap pertama untuk reset Ink Tank Full Error…(lampu power berkedip-kedip).
Lanjutkan ke Tahap Kedua!
Tahap Kedua (Reset Software) agar Permanen
1. Download Canon IP Resetter (Googling aja)
2. Ekstrak/Unrar file hasil download tesrebut di sebuah folder,…misal C:\Resetter Printer
3. Pastikan attribut semua file di folder tersebut bebas dari Read Only.…caranya : pilih semua file (Ctrl+A) > klik kanan di salah satu file > pilih properties >…matikan tanda check di attributes Read-Only > OK
4. Klik ganda file GeneralTool.exe > akan tampil menu aplikasi GeneralTool for …
5. Pada USB Port pilihlah port yang aktif untuk printer anda.
6. Pilih (check) pada EEPROM CLEAR.
7. Sediakan kertas kosong untuk print. Lalu Klik tombol TEST PATTERN 1.
8. Restartlah komputer anda, hingga deteksi printer baru tidak tampil lagi.Selesai.
Selamat mencoba, semoga sukses!
Cara lain :
Jika ternyata dengan cara diatas tidak sukses, maka coba ganti cartridge dengan yang baru atau pinjam punya teman yang lain, semoga berhasil!
JENIS DAN TYPE SOFTWARE RESET PRINTER
Berikut jenis-jenis Software Reset printer sesuai dengan jenis printer yang akan di reset. Biasanya satu Software Reset bisa di gunakan untuk beberapa jenis printer. Seperti yang terlampir di bawah ini :
1. RESETTER CANON iP1700, iP1300, ip6600, iP6000, iP6210, iP220D, mP8302. RESETTER CANON iP1200, iP1600, iP2200, iP4200, iP5200, mP1503. SOFTWARE RESETTER CANON i250, i255, i320, i350, i3554. SOFTWARE RESETTER CANON PIXMA iP1000, iP15005. SOFTWARE RESETTER EPSON
CX-4600,CX-5300,CX-5100, RX420, RX425, RX620, R1800, C50, C60, C61, C62, C20/C40, C43, C45, C41, C46, C65, C85,C86,CX-3600,CX-6600,R800,SC-740, RX600, Stylus400, 440, 480LPT, 480SXU/580, Stylus600, 640, 660, 670, 680/777, 740, 760, 800/850, 860, 880, 900/EM-900C, 980, 1160, 1520, 3000, C63, C64, C70, C80, C82, C83/C84, C85/C86, CX3100/3200, Cx3600, CX5200, CX5400, CX6400, Photo EX, Photo700/IP-100, 750/PM-770c, 780/790, 810/820, 825/915, 830/830U, 870/PM-875DC, R200/210, R300, R800, RX500, RX600, 890, 895/785EPX, 900, 925/934, 950/PM-950C, 1200/PM-3000C, 1270/PM-3300C, 1290,2200/PM-4000EPX, 5000/PM-5000C.
CANON iP1200, iP1600, iP2200, iP4200, iP5200, mP150

Tahap Pertama (Reset Hardware)
1. Matikan printer, lalu cabut kabel daya listrik
2. Tekan & tahan tombol POWER printer gunakan jari telunjuk
3. Pasang kembali kabel daya listrik
4. Gunakan jari tengah untuk menekan tombol RESUME sebanyak 2 kali
5. Lepaskan jari telunjuk anda dari tombol POWER
6. Anda telah menyelesaikan tahap pertama untuk reset Ink Tank Full Error(lampu power berkedip-kedip)
Tahap Kedua (Reset Software) agar Permanen
1. Download aplikasi resetter (besar file 9,7 MB)
2. Ekstrak/Unrar di folder C:\IP1200
3. Pastikan attribut semua file bebas dari Read Only
4. Jalankan GeneralTool.exe
5. Pada USB Port pilih Port printer anda
6. Pilih (centang) EEPROM CLEAR
7. Sediakan kertas kosong untuk print, lalu klik tombol Test Pattern 1
8. Selesai, printer IP1200 dan IP1600 anda normal kembali




Berikut Cara Reset Canon IP2770 Error 5200 :
1. Printer dalam keadaan mati dan kabel listrik terpasang.
2. Tekan tombol RESUME 2 detik
kemudian tekan tombol POWER sampai lampu hijau nyala (saat menekan tombol POWER, ...tombol RESUME jgn dilepas dulu)
3. Kemudian lepas tombol RESUME, tapi jangan lepas tombol POWER.
4. Sambil tombol POWER masih tertekan, tekan tombol RESUME 5 kali. Led akan menyala bergantian orange hijau dengan nyala terakhir orange. (jangan sampai keliru 4x karena printer akan mati total, tapi sifatnya sementara juga) Kemudian ...
5. Lepaskan kedua tombol bersamaan.
6. Led akan blink sebentar kemudian akan nyala HIJAU.
7. Tekan tombol POWER, maka printer akan mati.
8. Tekan lagi tombol POWER maka printer akan nyala dan ... PRINTER iP2770 sudah siap digunakan.
read more “CARA RESET MANUAL CANON TIPE IP”

Thursday, July 1, 2010

Struktur Sebuah Negara

Imam Mawardi membagi lembaga-lembaga kekuasaan dibawah khalifah atas :‎
‎1.‎    Kekuasaan (wilayat) umum dalam lapangan umum.‎
‎2.‎    Kekuasaan (wilayat) umum dalam lapangan khusus.‎
‎3.‎    Kekuasaan (wilayat) khusus dalam lapangan umum.‎
‎4.‎    Kekuasaan (wilayat) khusus dalam lapangan khusus.‎
Pembagian Mawardi diatas harus dipahami dalam kerangka bahwa khalifah merupakan ‎institusi tertinggi dalam negara, meskipun tidak secara serta merta bisa bertindak otoriter, ‎karena kedaulatan tetap di tangan rakyat didalam bingkai nilai-nilai syariat.‎
Yang dimaksud oleh Mawardi dengan kekuasaan umum dengan lapangan umum adalah ‎kementerian (al-wizarat). Kekuasaannya dikatakan umum karena meliputi suatu masalah ‎secara umum. Lapangannya dikatakan umum karena meliputi seluruh negeri.‎
Yang dimaksud dengan kekuasaan umum dengan lapangan khusus adalah kegubernuran ‎‎(kekuasaan daerah otonomi). Kekuasaannya dikatakan umum karena menyangkut segenap ‎masalah dalam daerah otonomimya, namun lapangannya khusus karena kekuasaan tersebut ‎hanya meliputi daerah otonominya saja.‎
Yang dimaksud dengan kekuasaan khusus dengan lapangan umum adalah lembaga-lembaga ‎semacam  Mahkamah Agung, Panglima Besar Angkatan Perang, dan Lembaga Pengendali ‎Keuangan Negara. Kekuasaan mereka dikatakan khusus karena hanya menangani masalah-‎masalah khusus. Lapangannya dikatakan umum karena meliputi segenap negeri.‎
Sedangkan yang dimaksud dengan kekuasaan khusus dengan lapangan khusus adalah ‎lembaga-lembaga semacam Pengadilan Daerah, Lembaga Keuangan Daerah, Lembaga Militer ‎Daerah, dan berbagai lembaga serupa yang ada di tingkat daerah / negara bagian.‎
Pembagian Mawardi diatas cukup sistematis. Namun lagi-lagi perlu ditegaskan, konteks yang ‎dipakai adalah khalifah sebagai institusi tertinggi. Poin ini perlu ditegaskan karena di era ‎modern telah muncul model kekuasaan dimana kepala negara bukanlah institusi tertinggi. ‎Sebut saja sistem negara parlemen. Dalam sistem ini, parlemen merupakan institusi tertinggi ‎dan bukan kepala negara.‎
Bagaimanakah keberadaan parlemen menurut Islam ? Dalam sistem Islam terdapat suatu ‎lembaga yang mirip dengan parlemen, yang sering disebut sebagai ahlul hall wal ‘aqd. Namun ‎lembaga ini tidaklah sama persis dengan parlemen. Ahlul hall wal ‘aqd hanya bertugas untuk ‎menetapkan atau menurunkan khalifah (termasuk juga mengontrol khalifah), tidak lebih dari ‎itu. Artinya, tatkala khalifah sudah terpilih dan dia sanggup berlaku adil maka ahlul hall wal ‎‎‘aqd seolah-olah tidak diperlukan lagi. Ahlul hall wal ‘aqd akan diperlukan lagi ketika khalifah ‎tidak berlaku adil atau ketika khalifah perlu diturunkan. Jadi, institusi tertinggi adalah khalifah, ‎namun pada suatu saat institusi tertinggi bisa diambil alih oleh ahlul hall wal ‘aqd, yang pada ‎dasarnya berarti diambil alih oleh rakyat.‎
Adapun mengenai kekuasaan yudikatif, agaknya hampir setiap sistem negara (termasuk ‎sistem Islam) menempatkannya dalam posisi independen. Hal ini adalah niscaya karena ‎hukum harus ditempatkan dalam posisi tertinggi, untuk menjamin keadilan bagi semuanya.‎

read more “Struktur Sebuah Negara”

Friday, April 2, 2010

MENGGAGAS POLITIK KERAKYATAN

Sebuah Tawaran Ideal dalam Kontestasi Politik Kita

Prolog : Mengenal labirin dan Aporia Politik Kita

Bukan hal yang baru, jika negeri yang mayoritas penduduknya muslim ini selalu menjadi pelanggan setia sebagai salah satu negara terkorup di dunia. Transparancy International Indonesia (TII) merilis hasil penelitiannya yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-5 negara terkorup di dunia. Rilis semacam itu pada dasarnya tidak mengandung hal-hal baru ; siapapun dan apapun lembaganya niscaya akan menghasilkan peringkat atau indeks korupsi yang kurang lebih sama.

Melihat kenyataan ini tampaknya tidak berlebihan jika kita menganggap upaya pemberantasan korupsi di negeri ini hanya merupakan mitos ketimbang realitas. Dengan perangkat hukum dan lembaga anti korupsi yang kian bertambah banyak, seaharusnya upaya pemberantasan korupsi semaki menemukan titik terang. Tetapi kenyataannya wabah korupsi makin menggila dan kian ganas.

Berbagai kasus megakorupsi di lingkaran kekuasaan yang terungkap akhir-akhir ini, kian menegsakan moralitas bangsa yang rapuh, bobrok, korup dan sejenisnya. Orang akan mudah berargumentasi, kebobrokan moral bangsa ternyata ditentukan oleh moralitas para politisinya. Ternyata, para elit politik kita, dari dulu hingga kini, tak lebih sebagai pendosa yang mempelopori kebobrokan moral bagi masyarakat secara lebih luas dan sistemik. Para elit politik yang konon merupakan ”putera-puteri terbaik bangsa”, dengan kualifikasi pendidikan yang membanggakan, kata Komaruddin Hidayat dalam sebuah talk show di salah satu stasiun televisi swasta (15/3/2002), ternyata tidak tahan uji saat mereka memasuki lingkaran kekuasaan.

Seringkali kita dibuat geli menyaksikan perilaku para petualang politik di negeri ini yang sungguh tidak cerdas.dan cenderung amoral. Selalu saja ada argumen yang mereka gunakan untuk memperoleh pembenaran terhadap “manuver” yang mereka lakukan. Yang paling gampang, jelas mencari kambing hitam. Yang paling sering kena sasaran jelas para rival politiknya. Dalam pilkada, misalnya, politisi yang kalah bersaing tak jarang melakukan aksi-aksi vandalistis dengan mengerahkan “tim sukses”-nya atau memburu pendemo bayaran. Mereka direkrut, tentu saja dengan sejumlah upah, untuk menciptakan stigma baru kepada publik.

Perilaku elite politik yang menyangsikan kejujuran dalam sebuah pesta demokrasi tanpa bukti dan argumentasi yang jelas, bahkan bertingkah “inkonstitusional”, setidaknya memberikan gambaran bahwa kita masih belum memiliki budaya demokrasi seperti yang diharapkan. Tampaknya, menerima kekalahan menjadi sebuah idiom yang amal mahal harganya. Ada saja “manuver” yang mereka lontarkan untuk membentuk opini publik bahwa mereka telah dicurangi, dipinggirkan, atau dijegal.

Pada satu sisi, kondisi semacam itu memang bisa menjadi sinyal dinamika politik yang bertahun-tahun lamanya terpasung dalam belenggu rezim Orde Baru. Namun, pada sisi yang lain, hal itu bisa memberikan citra demokrasi yang tidak sehat bagi rakyat, bahkan akan menjadi bumerang bagi elite politik itu sendiri dalam membangun dan mengibarkan bendera politiknya pada masa-masa mendatang. Rakyat jadi kehilangan simpati dan kepercayaan.

Politisi dan Lingkaran Kekuasaan : Sebuah Paradoks Keberagamaan
Sedikit uraian tentang fenomena pembusukan moral elit kita di atas, sejatinya adalah sebuah deskrepsi empirik yang menelanjangi tubuh bangsa dengan paradoks keberagamaan. Agak sulit memang untuk dipahami dan dicerna dari perspektif manapun, mengingat lingkaran kekuasaan dihuni cukup banyak ”pendosa politik” yang justru dikenal agamis. Tentu muncul pertanyaan, bagaimana bisa menarik benang merah atau korelasi positif antara tingkat kesalehan seseorang dengan tingkat perbuatan dosa yang dilakukan?

Maka, paradoksalitas keberagamaan ini setidaknya telah menyuguhkan indikasi bahwa telah terjadi manipulasi simbol-simbol keagamaan untuk mengelabui masyarakat bahwa elit politik kita religius. Mereka menjadikan ritus-ritus keagamaan hanya sebatas sin laundering yang dianggap akan mencuci dosa-dosa politik yang dilakukan. Impas, antara bobot ibadah dan kejahatan yang dilakukan disertai keyakinan, Tuhan maha Pengasih dan Penyayang tehadap hamba-Nya yang mau bertobat. Selama masih ada kesempatan, menjarah uang negara dan merampok uang rakyat bukan hal tabu dilakukan.
Staemen dan pola sikap yang menyatakan bahwa politik memang kotor, tampaknya menemukan titik justifikasinya dalam konteks ini. Bukan politik namanya kalau masih berbaur dengan ”kebersihan”, kejujuran dan sikap arif lainnya. Dinamika politik mestilah kotor dan karenanya, dengan penuh kesadaran, para politikus kita terlanjur dianggap sah-sah saja melakukan segala hal yang mampu mengantarkannya pada capaian keinginan dan ”cita-citanya”.

Merebaknya korupsi hingga membuat bangsa dan negeri ini bangkrut, konon memang bersumber dari pesona uang dan lingkartan kekuasaan. Mungkin ada benarnya kalau Sejarawan Inggris, Lord Acton, menyatakan bahwa kekuasaan pada dasarnya cenderung korup, dan kekuasaan absolut hampir pasti korup secara absolut pula. Ya, ya, ya! Orang yang sedang berkuasa, memang bisa berbuat apa saja. Hukum yang lurus bisa dibengkok-bengkokkan, orang yang benar bisa disalah-salahkan atau sebaliknya, sejarah pun bisa diputarbalikkan sesuai dengan selera penguasa.

“Kisah Naga Baru”, sebagaimana diceritakan dalam Wikipedia, menunjukkan betapa kekuasaan bisa membuat seseorang menjadi “mabuk” dan lupa akan kesejatian dirinya. Alkisah pada suatu hari seorang pendekar perguruan silat yang sangat sakti dibujuk oleh murid muridnya untuk masuk ke dalam sebuah goa dan mengalahkan seekor naga yang menghuni goa tersebut. Sudah ratusan pendekar yang masuk dan berusaha membunuh naga tersebut, tetapi mereka tak pernah keluar dari goa dengan selamat.

Karena merasa tertantang, sang pendekar guru segera masuk ke dalam goa. Ternyata sang naga sama sekali tidak sakti. Dengan sekali tebasan pedang saja sang naga langsung tersungkur mati. Sang pendekar segera melihat sekeliling goa. Ternyata penuh dengan bongkahan emas permata yang kemilau sangat memesona. Sang pendekar guru tergiur untuk mengambil beberapa genggam permata sebagai oleh-oleh kepada murid-muridnya sekaligus sebagai bukti bahwa dia telah berhasil mengalahkan sang naga.
Namun, apa lacur? Begitu meraup harta permata, seketika sang pendekar guru menjelma menjadi seekor naga. Karena merasa malu, sang pendekar guru memilih tetap tinggal di dalam goa dan menjadi Naga Baru. Murid-murid di luar goa merasa cemas dan menyangka gurunya telah tewas diterkam sang naga, padahal sang guru telah menjelma menjadi naga yang baru.

Meski hanya sebuah fiksi, kisah ini menunjukkan sebuah ilustrasi betapa dekatnya kekuasaan itu dengan hal-hal yang berbau busuk dan korup. Orang-orang idealis bisa hancur martabatnya setelah masuk dalam lingkaran kekuasaan. “Wong milik nggendhong lali”, kata orang Jawa. Betapa menggiurkannya kekuasaan itu sehingga tak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak duwit untuk “membeli”-nya.

Menggagas Politik Kerakyatan : Menyelami Gagasan Machiavelli
Selama ini muncul asumsi yang mengatakan bahwa Machiavelli, yang diakui sebagai pelopor ilmu politik moderen adalah amoral, karena dicurigai menganut paham politik ‘menghalalkan segala cara’; lebih lanjutnya istilah Machiavellianisme dikonotasikan sebagai segala pikiran, sikap, dan tindakan kotor lagi kejam dalam ranah politik.
Salah kaprah kepada Machiavelli dan pemikirannya tersebut, adalah disebabkan kekeliruan dalam memahami Machiavelli, dan terutama lagi mengenai salah satu karyanya, yaitu Il Principe (Politik Kekuasaan). Dalam karya dimaksud, memang Machiavelli mengungkapkan kenyataan politik yang ada pada waktu itu; Machiavelli mengungkapkan segala ‘apa yang nyata-nyata’ pada zamannya tersebut, dan bukan mengungkapkan ‘apa yang ideal’ atau kenyataan politik yang ideal menurut dia, yang harus dilakukan oleh para penguasa.

‘Apa yang nyata-nyata’ yang diungkapkan oleh Machiavelli dalam buku dimaksud, memang sering kejam dan amoral. Akan tetapi ‘Apa yang nyata-nyata’ tersebut, merupakan kenyataan politik yang nyata terjadi di zaman Machiavelli, yang diungkapkan olehnya, dan bukan merupakan pemikiran politik Machiavelli. Oleh sebab itu, merupakan kesimpulan yang terburu-buru dan latah dengan menyimpulkan Machiavelli sebagai politikus kotor, dan Machiavellianisme sebagai aliraan ‘penghalal segala cara’.
Dalam beberapa karya-karyanya yang lain, dan yang terutama adalah Discorsi Di Niccolo Machiavelli, dengan cukup jelas dan nyata akan Machiavelli yang bukan sebagai poitikus amoral apalagi ‘penghalal segala cara’. Dalam karya Machiavelli yang lebih besar ini, yang berjudul lengkap Discorsi Di Niccolo Machiavelli, Cittadino, et Segretariso Fiorentino, Sopra La Prima Deca Di Tito Livio, a Zanobi Boundel Monti, et a Cosimo Rucellai —yang lebih terkenal dengan DISCORSI, dan lebih tepat diterjemahkan sebagai Politik Kerakyatan— cukup menunjukkan akan sosok Machiavelli sebagai politikus kerakyatan, dan sumbangsihnya yang besar terhadap Politik Kerakyatan.

Dalam Discorsi, Machiavelli mengungkapkan: “Kita tahu yang baik itu apa, tetapi kita sering tidak mampu melakukannya. Salah satu yang baik dan dapat dilakukan adalah system pemerintahan Republik!.” Dalam melakukan urainnya tentang Politik Kerakyatan dan Republik, Machiavelli kerap menuturkan berbagai hal, yang pada intinya adalah menekankan betapa pentingnya menjunjung tinggi azaz kerakyatan, terutama dalam system pemerintahan.

Pertama: Virtu atau Res Publica. Virtu atau Res Publica adalah semangat kerakyatan yang mutlak harus dijunjung tinggi oleh para penguasa.
Diceritakan bahwa Alexander Agung pernah dibujuk oleh arsiteknya, Deinocrates untuk mendirikan kerajaan diatas Gunung Athos, sebuah gunung gersang tapi mempesona; letaknya strategis dan gampang untuk dipertahankan. Kemudian Alexander menyela: “Lantas di mana rakyat hidup?” Deinocrates menjawab malu-malau bahwa ia tak sempat terfikir akan hal itu. Alexander pun akhirnya mendirikan kerajaannya di tepian Sungai Nil.

Kedua: Hukum untuk Res Publica. Res Publica mutlak membutuhkan hukum, guna penegakan disiplin sosial. Adapun mekanisme pembuatan hukum, kota Roma dapat dijadikan contoh: hukum Kota Roma berkembang lambat laun, sesuai dengan keinginan dan prakarsa warga dan masalah yang mereka hadapi bersama.

Ketiga: pola pemerintahan Res Publica yang paling ideal menurut Machiavelli adalah, ramuan dari keenam pola pemerintahan yang hari ini ada di dunia: Kerajaan, Aristokrasi, Demokrasi, Tirani, Oligarki, dan Anarki. Oleh karena masing-masing pola mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Keempat: Supremasi Hukum. Res Publica haruslah terdapat kepastian hukum; rule of law merupakan hal yang sangat penting. Hal iniberarti, jasa seseorang tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan kejahatannya, untuk tidak mengadilinya, tidak menghukumnya, atau bahkan meringankan hukumannya.

Politik kerakyatan ala Machiavelli, pada prinsipnya adalah mempersyaratkan keempat hal diatas. Penafian akan salah satu saja daripada unsur syarat diatas, akan mencederai politik kerakyatan itu sendiri. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia ini, tentunya kita tidak jarang menyaksikan kenyataan sosial dan politik yang paradoksal dengan azas-azas politik kerakyatan sebagaimana yang telah disampaikan oleh Niccolo Machiavelli dimaksud.

Sementara pada sisi lainnya, kiranya bukanlah hal yang berlebihan: untuk mengatakan dan mengakui Niccolo di Bernardo Machiavelli sebagai politikus kerakyatan; bukan (lagi) sebagai politikus amoral, dan ’penghalal segala cara’, sebagaimana yang selama ini telah diciterakan kepada Machiavelli dan para pengikutnya (baca: Machiavellianisme), yang ternyata keliru tersebut.

Epilog : Dari Politik Kerakyatan Menuju Indonesia baru
Pada bagian epilog ini, ada beberapa poin yang perlu kita refleksikan bersama, tentang kontestasi politik negara kita ditengah labirin dan aporia yang kian membingungkan. Ironis memang. Di tengah-tengah gencarnya tuntutan dan suara untuk membangun Indonesia Baru yang lebih demokratis di bawah pemerintahan yang bersih, berwibawa, reformatif, dan legitimated, justru tidak sedikit politisi yang berkarakter oportunis, arogan, dan mau menang sendiri, yang sangat bertentangan secara diametral terhadap prinsp-prinsip demokrasi yang mengedepankan nilai kebebasan, kesamaan, persaudaraan, kejujuran, dan keadilan.

Terlepas dari hiruk-pikuk politik yang akan terus berlangsung, di luar itu semua, agenda penting dan urgen dan sangat krusial untuk segera digarap ialah membangun budaya politik yang berbasis kerakyatan, memperjuangkan hak-haknya, menciptakan dinamika demokrasi yang sehat, sehingga memiliki apresiasi yang tinggi dan andal terhadap sikap fair, jujur, ksatria, elegan, dan lapang dada terhadap apa pun hasil yang telah disepakati bersama lewat proses demokrasi. Jangan sampai terjadi, “trik-trik” politik yang tidak sehat semacam itu menjadi “patron” dan referensi bagi generasi berikutnya dalam membangun demokrasi. Harus ada upaya serius dan intens untuk menyosialisasikan cara-cara demokrasi yang ideal secara simultan dan berkelanjutan.
sumber : bahauddin
read more “MENGGAGAS POLITIK KERAKYATAN”

ORKESTRA KEBISUAN

Wahai lihatlah …
Engkau yang masih ragu menagkap isyarat angin

Andai tak ada kabut di jernih retinamu
Mungkin aku takkan menangis
Lantaran jelaga rindu di mataku
Tak terindah di kelopak beningmu

Ah, …
Andai semilir masih selalu bisu
Betapa dalam makna menuggu

Maka biarlah asa dan kebimbangan
Memucuk pilu di gugus awan
Di lelembah curam cinta
Orkestra kebisuan
Menerjemahkan nayanyian Tuhan

Robatal, 161205

GERIMIS SENJA DI WAJAHMU

Barangkali
Hanya rinai gerimis
Yang bisa merekahkaj senja
Agar lembayung merah di mataku
Menjelma biru rindu

Sampai angin pun mampu membaca
Lukisan indah di wajahmu

Ah, …
Lukisan itu kian melaut
Biru
Lantaran hempas angina
Di pantai hatimu
Berkesiur
Kencang
Menghancurkan tebing terjal
Di kawah curam cintaku

Biarlah gerimis senja
Rebah di wajahmu
Semoga abadi
Meski diammu
Tak lagi
Memanggil-manggil
Di hati …


Lounden, 181205


BERPAYUNG DAUN PISANG
(sebuah puisi persembahan)

Aku lahir dari belantara yang renta
Maka tak ada yang menungguku
Selain monody keheningan
Sehabis lelah menualangi buana
Aku terkapar!
Orkestra kebisuan menngelayut resah
Bagai semilir mengembarakan bebulir pasir
Jejak terkubur tanpa arti

Aku mengungsi ke alam sepi
Tapi kau pun menjelma angin sunyi

Maka kau ciptakan musim hujan dalam anganku
Dari gubuk ke gubuk aku menggigil sayu
“itu ‘kan hanya gerimis, tak pantas ada tangis”,
Begitu katamu

Ya, tanpa suaramu pun aku takkan menangis
Meski hanya dengan helai jerami kering yang usang
Ku bangun serpihan jiwaku menjadi balai di tanah yang gersang
Genaplah sudah kerentaan ini yang malang

Sebagaiman rinduku yang biru
Dedaunan masih setia menunggu belaian angin mengecupi keningnya
Hingga tak ada derail embun menyalju
Aku luruh menguning diterpa gulana

Tapi aku begitu ingin merangkulmu
Walau hanya siluet wajah anggunmu yang ku dekap
Meski dengan berpayung daun pisang
Yang kupetik dari leladangan yang kerontang

Aku akan tetap menantimu dalam derai hujan

read more “ORKESTRA KEBISUAN”

Monday, March 8, 2010

EKSISTENSI BAHASA INDONESIA


Eksistensi bahasa indonesia di era global saat ini sudah memudar. Dewasa ini kita hidup dalam era globalisasi, yang dipicu oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan di bidang transportasi dan revolusi di bidang komunikasi. Dengan perkembangan yang sangat cepat di bidang transportasi dan komunikasi, arus globalisasi terasa bertambah kuat, sehingga dunia terasa makin datar (Thomas Friedman, 2005). Akibat derasnya arus globalisasi batas negara menjadi kabur dan akhirnya hilang. Tekanan arus globalisasi yang melanda bangsa-bangsa yang sedang berkembang menimbulkan perubahan yang semakin cepat dan luas dalam berbagai wilayah kehidupan. Globalisasi akan meningkatkan pemahaman antarbudaya, memecah batas antara masyarakat dari negara yang berbeda seiring dengan berkembangnya kemitraan dalam berdagang antarnegara. Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian besar orang menafsirkan sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan dunia sebagaimana layaknya sebuah desa kecil, setiap orang bisa berkomunikasi dengan sangat mudah, berhubungan dengan waktu yang singkat, dan dengan biaya yang relatif rendah. Globalisasi adalah akibat dari revolusi teknologi, komunikasi, dan informasi yang dapat berimbas pada tatanan masyarakat, bangsa, dan negara di berbagai belahan dunia. Setiap bangsa di dunia tidak dapat melepaskan diri dari arus global akibat revolusi tersebut. Dengan kondisi seperti itu, persaingan antarwilayah pun semakin tinggi. Siapa yang menguasai komunikasi dialah yang akan menguasai dunia. Bahasa merupakan alat komunikasi di dunia. Oleh karena itu, eksistensinya di tengah arus global harus dicermati supaya bahasa kita yaitu bahasa persatuan tetap eksis di manapu dan kapanpun.
Arus global berimbas pula pada penggunaan dan keberadaan bahasa Indonesia di masyarakat. Penggunaan bahasa di dunia maya, internet, facebook misalnya, memberi banyak perubahan bagi sturktur bahasa Indonesia yang oleh beberapa pihak disinyalir merusak bahasa itu sendiri. Berlandaskan alasan globalisasi dan prestise, masyarakat mulai kehilangan rasa bangga menggunakan bahasa nasional. Tidak hanya pada rakyat kecil, "krisis bahasa" juga ditemukan pada para pejabat negara. Kurang intelek katanya kalau dalam setiap ucapan tidak dibumbui selingan bahasa asing yang sebenarnya tidak perlu. Hal tersebut memunculkan istilah baru, yaitu ‘Indoglish’ kependekan dari "Indonesian-English" untuk fenomena bahasa yang kian menghantam bahasa Indonesia. Sulit dipungkiri memang, bahasa asing kini telah menjamur penggunaannya. Mulai dari judul film, judul buku, judul lagu, sampai pemberian nama merk produk dalam negeri. Kita pun merasa lebih bangga jika lancar dalam berbicara bahasa asing. Namun, apapun alasannya, entah itu menjaga prestise, mengikuti perkembangan zaman, ataupun untuk meraup keuntungan, tanpa kita sadari secara perlahan kita telah ikut andil dalam mengikis kepribadian dan jati diri bangsa kita sendiri.
Sekarang ini penggunaan penggunaan bentuk "Inggris" sudah banyak menggejala. Dalam bidang internet dan komputer kita banyak menggunakan kata mendownload, mengupload, mengupdate, dienter, direlease, didiscount, dan lain sebagainya. Tidak hanya dalam bidang komputer saja, di bidang lain pun sering kita jumpai. Selain bahasa Asing, kedudukan bahasa Indonesia juga semakin terdesak dengan pemakain bahasa-bahasa gaul di kalangan remaja. Bahasa gaul ini sering kita temukan dalam pesan singkat atau sms, chatting, dan sejenisnya. Misalnya dalam kalimat"gue gitu loh..pa sich yg ga bs" dalam kalimat tersebut penggunaan kata ganti aku tidak dipakai lagi.



read more “EKSISTENSI BAHASA INDONESIA”

Distance


You're my friend aa ano hi no yume
ima demo mada wasuretenain desho
You're my dream aa hajimatta bakka kimi no one longest way
Oh ima tabidatsu yo
Everyday kono saki mo shining day
Kawarazu singin' hikaru asa no smile
Kore de miosame no funny days
Tobidatsu future mezashita go far kokoro no dream of
I'll go the distance mihatenu sora wa blue
Norikonda star ship kore ga saigo no forever trip
You're my friend aa ano hi no yume
ima demo mada wasuretenain desho
You're my dream aa hajimatta bakka kimi no one longest way
Oh ima tabidatsu yo
Thank you my friend aa ano hi no koto
ima de mo mada oboeteru kara
You're my dream aa mou nidoto sou modoranai days
Oh I'll go the distance
Kakushikirenai kurai no ooki na uso wo tsuite
Nomikomareru honne kore wa saigo no trip
Maketsuzuke no geemu kore kara hajimatteku one dream
You're my friend aa ano hi no yume
ima demo mada wasuretenain desho
You're my dream aa hajimatta bakka kimi no one longest way
Oh ima tabidatsu yo
Thank you my friend aa ano hi no koto
ima de mo mada oboeteru kara
You're my dream aa mou nidoto sou modoranai days
Mou ugokidashita ashita e keseya shinai Flame of heart
Sou I'll go the distance
read more “Distance”

Saturday, March 6, 2010

MUZARA'AH DAN MUKHABAROH


I.                     PENDAHULUAN
Apabila kita perhatikan kehidupan masyarakat Indonesia yang agraris. Praktik pemberian imbalan atAs jasa seseorang yang telah menggarap tanah orang lain masih banyak dilaksanakan pemberian imbalan ada yang cenderung pada praktek muzara’ah dan ada yang cenderung pada praktik mukhabarah. Hal tersebut banyak dilaksanakan oleh para petani yang tidak memiliki lahan pertanianhanyasebagai petani penggarap. Muzara’ah dan mukhabarah ada Hadits yang melarang seperti yang diriwayatkan oleh (H.R Bukhari) dan ada yang membolehkan seperti yang diriwayatkan oleh (H.R Muslim). Berdasarkan pada dua Hadits tersebut mudah – mudahan kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan oleh salah satu pihak, baik itu pemilik tanah maupun penggarap tanah
II.                   MUZARA’AH DAN MUKHABARAH
Pengertian Muzara’ah dan Mukhabarah Muzara’ah ialah mengerjakan tanah (orang lain) seperti sawah atau ladang dengan imbalan sebagian hasilnya (seperdua, sepertiga atau seperempat). Sedangkan biaya pengerjaan dan benihnya ditanggung pemilik tanah Mukhabarah ialah mengerjakan tanah (orang lain) seperti sawah atau ladang dengan imbalan sebagian hasilnya (seperdua, sepertiga atau seperempat). Sedangkan biaya pengerjaan dan benihnya ditanggung orang yang mengerjakan. Munculnya pengertian muzara’ah dan mukhabarah dengan ta’rif yang berbeda tersebut karena adanya ulama yang membedakan antara arti muzara’ah dan mukhabarah, yaitu Imam Rafi’I berdasar dhahir nash Imam Syafi’i. Sedangkan ulama yang menyamakan ta’rif muzara’ah dan mukhabarah diantaranya Nawawi, Qadhi Abu Thayyib, Imam Jauhari, Al Bandaniji. Mengartikan sama dengan memberi ketetntuan: usaha mengerjakan tanah (orang lain) yang hasilnya dibagi.
B. Dasar Hukum Muzara’ah Dan Mukhabaroh
عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيْجِ قَالَ كُنَّااَكْثَرَاْلاَنْصَارِ حَقْلاً فَكُنَّا نُكْرِىاْلاَرْضَ عَلَى اَنَّ لَنَا هَذِهِ فَرُبَمَا أَخْرَجَتْ هَذِهِ وَلَمْ تُخْرِجْ هَذِهِ فَنَهَانَاعَنْ ذَلِكَ
Artinya : Berkata Rafi’ bin Khadij: “Diantara Anshar yang paling banyak mempunyai tanah adalah kami, maka kami persewakan, sebagian tanah untuk kami dan sebagian tanah untuk mereka yang mengerjakannya, kadang sebagian tanah itu berhasil baik dan yang lain tidak berhasil, maka oleh karenanya Raulullah SAW. Melarang paroan dengan cara demikian (H.R. Bukhari)
عَنْ اِبْنِ عُمَرَاَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَلَ أَهْلَ خَيْبَرَ بِشَرْطِ مَايَخْرُجُ مِنْهَا مِنْ ثَمَرٍ اَوْزَرْعٍ (رواه مسلم)

Artinya: Dari Ibnu Umar: “Sesungguhna Nabi SAW. Telah memberikan kebun kepada penduduk khaibar agar dipelihara oleh mereka dengan perjanjian mereka akan diberi sebagian dari penghasilan, baik dari buah – buahan maupun dari hasil pertahun (palawija)” (H.R Muslim) C. Pandangan Ulama Terhadap Hukum Muzara’ah Dan Mukhabarah Dua Hadits di atas yang dijadikan pijakan ulama untuk menuaikan kebolehan dan katidakbolehan melakukan muzara’ah dan mukhabarah. Setengah ulama melarang paroan tanah ataupun ladang beralasan pada Hadits yang diriwayatkan oleh bukhari tersebut di atas Ulama yang lain berpendapat tidak ada larangan untuk melakukan muzara’ah ataupun mukhabarah. Pendapat ini dikuatkan oleh Nawawi, Ibnu Mundzir, dan Khatabbi, mereka mengambil alsan Hadits Ibnu Umar yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di atas Adapun Hadits yang melarang tadi maksudnya hanya apabila ditentukan penghasilan dari sebagian tanah, mesti kepunyaan salah seorang diantara mereka. Karena memang kejadian di masa dahulu, mereka memarohkan tanah dengan syarat dia akan mengambil penghasilan dari sebagian tanah yang lebih subur keadaan inilah yang dilarang oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam Hadits yang melarang itu, karena pekerjaan demikian bukanlah dengan cara adil dan insaf. Juga pendapat ini dikuatkan orang banyak.
D. Zakat Muzara’ah Dan Mukhabarah Zakat hasil paroan sawah atau ladang ini diwajibkan atas orang yang punya benih, jadi pada muzara’ah, zakatnya wajib atas petani yang bekerja, karena pada hakekatnya dialah yang bertanam, yang punya tanah seolah – olah mengambil sewa tanahnya, sedangkan penghasilan sewaan tidak wajib dikeluarkan zakatnya Sedangkan pada mukhabarah, zakat diwajibkan atas yang punya tanah karena pada hakekatnya dialah yang bertanam, petani hanya mengambil upah bekerja. Penghasilan yang didapat dari upah tidak wajib dibayar zakatnya. Kalau benih dari keduanya, maka zakat wajib atas keduanya, diambil dari jumlah pendapatan sebelum dibagi
III.                 KESIMPULAN
Mukhabarah ialah mengerjakan tanah (orang lain) seperti sawah atau ladang dengan imbalan sebagian hasilnya (seperdua, sepertiga atau seperempat). Sedangkan biaya pengerjaan dan benihnya ditanggung orang yang mengerjakan. Dengan adanya praktek mukahbarah sangat menguntungkan kedua belah pihak. Baik pihak pemilik sawah atau ladang maupun pihak penggarap tanah. Pemilik tanah lahannya dapat digarap, sedangkan petani dapat meningkatkan tarap hidupnya.
DAFTAR PUSTAKA
H. Sulaeman Rasyid, Fiqih Islam, PT. Sinar Baru Algensindo, Bnandung, 1994
Drs. Suparta dkk. Materi Pokok Fiqih I, Universitas terbuka, 1992.
DR. (He) Drs. H.S Sholahuddin, Fiqhul Islam, Biro Penerbit Jurusan Syariah STAIN Cirebon, 2000


read more “MUZARA'AH DAN MUKHABAROH”

Wednesday, March 3, 2010

sharing pear to pear

Cara menggunakan (memasang) kabel UTP pada computer ke computer (pear to pear) pasang kabel UTP (jenis cross) ke kedua computer yang akan dihubungkan. seting IP address dengan cara: klik start, pilih control panel, pilih network and internet connection, pilih network connection, klik kanan properties, pilih internet protocol (TCP/IP), pilih properties. hapus IP address dan ganti dengan IP address yang baru. (sebagai contoh, kita menggunakan class C dengan IP address 192.168.0.1 pada computer satu, dan IP address 192.168.0.2 pada computer dua) kemudian cancel.
setelah penggantian IP address selesai, klik start, pilih run, ketikkan cmd, ok. setelah masuk ke run, ketik ping 192.168.0.1 (IP address computer satu), kemudian enter untuk mengetes koneksi. setelah berhasil, ketik ping 192.168.0.2 (IP address computer dua), kemudian enter untuk mengetahui apakah sudah terhubung ke computer dua atau belum. setelah berhasil terhubung, klik start, pilih run, ketikkan conf, ok
install program aplikasi sampai selesai.
siap digunakan.
good luck
read more “sharing pear to pear”

Monday, February 1, 2010

العلم والتعلم


هناك اختلافات كثيرة, بين التعليم في الماضي, والتعليم في الحاضر. ومن تلك الاختلافات, أن فرص التعليم, كانت قليلة في الماضي, حيث كا ن يلتحق بالمدارس طلاب قليلون, هم-في الغالب-أبناء الأغنياء وسكان المدن. أما اليوم, فقد اصبح التعليم حقا لكل مواطن, فكثر عدد الطلاب, وانتشرت المدارس في كل مكان, وشاع القول : " ألتعليم كالماء والهواء".
كان طلاب العلم- في الماضي- يسافرون من بلد الى بلد, لطلب العلم, وكانوا يواجهون في سفرهم كثيرا من التعب ! فكانوا يركبون الجمال اياما وأشهرا. أما اليوم, فالمدارس والجامعات كثيرة, في كل مدينة وقرية تقريبا, حيث يذهب الطالب الى مدرسته, او جامعته بالسيارة, او سيرا على الأقدام. ومن ناحية أخرى, يستطيع الطالب ان يتعلم, وهو في بيته عن طريق الشبكة الدولية.
من الاختلافات أيضا, أن المعلم كان لا يطلب أجرا على عمله في الماضي, لأنه كان يطلب الأجر من الله. وكان هدف الطالب طلب العلم. أما اليوم, فقد اختلف الأمر, فالمعلم يطلب كثيرا من الأجر, والطالب يفكر في الشهادة قبل العلم, لأنها وسيلة الى العمل

مراحل التعليم
التعليم مراحل مختلفة, يمر بها الطالب خلال دراسته, فاءذا عنها مرحلة تعليمية, انتقل الى المرحلة التي بعدها. وتتكون مراحل التعليم في كثير من الدول العربية من اربع مراحل!هي : المرحلة الابتدائية, فالمرحلة المتوسطة, فالمرحلة الثانوية, فالمرحلة الجامعية. وفي بعض البلاد العربية, يلتحق التلاميذ قبل المدرسة الابتدائية بالحضانة, فالروضة, ثم التمهيدي.
يلتحق التلاميذ بالمدرسة الابتدائية- عادة- في السادسة من اعمارهم. وتبلغ سنوات الدراسة في المرحلة الابتدائية ست سنوات. وتبلغ سنوات الدراسة في المرحلة المتوسطة ثلاث سنوات, وكذلك في المرحلة الثانوية. أماالمرحلة الجامعية, فتتراوح أربع وست سنوات.
بعد أن ينهي الطالب المرحلة الثانوية, يلتحق بالجامعات, أو المعاهد, اذا حصل على تقدير طيب. وبعد أن يحصل الطالب على الشهادة الجامعية بتقدير جيد جدا أو ممتاز, يلتحق بالدراسات العليا , للحصول على شهادة الماجستير, ثم شهادة الدكتوراه.
من ناحية أخرى, في البلاد العربية نوعان من التعليم, هما: التعليم الحكومي, وتشرف عليه الدولة, فتثبني المدارس, وتؤثر الكتب والمدرسين, والتعليم الأهلي, وتشرف عليه بعض الجمعيات والافراد.    
 
read more “العلم والتعلم”

Kisah Para Nabi - Nabi Hud - Shulih dan Gerakan Madani Mesopotamia

Awal mulanya, Nabi Hud (Gud, Gudea) bersama pengikutnya meninggalkan bangsa 'Aad (Akad, Akadia), untuk selanjutnya eksodus ke sebelah tenggara 'Aad. Insiden ini dilatarbelakangi oleh tindakan sewenang-wenang dari rezim Naramsin yang didukung oleh kekuatan militernya. Tidak lama kemudian bangsa 'Aad hancur tertimpa bencana berupa angin topan yang sangat dahsyat selama sepekan lebih, sebagaimana diceritakan dalam lembaran-lembaran wahyu.

Adapun bangsa 'Aad, maka mereka telah dihancurleburkan dengan angin yang sangat dingin Sangat kencang Dihadiahkan kepada mereka selama Tujuh malam delapan hari terus-menerus Maka Engkau lihat, bangsa 'Aad mati bergelimpangan, Saat itu, seperti pohon kurma yang tumbang. (QS Al Haaqqah: 6-7)

Di tempat yang baru, Nabi Hud beserta pengikutnya menyusun peradaban kembali. Tempat itulah yang disebut Alhijr. Alhijr, secara harfiah berarti migrasi (hijrah), dan agaknya bukan nama kota yang dihuni Nabi Hud sekaligus Nabi Shulih. Sebab kiranya mustahil andaikata mereka memberi nama suatu kota dengan kosakata Arab, padahal bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa 'Aad. Sementara bahasa Arab adalah bahasa yang baru muncul ribuan tahun kemudian seiring dengan perkembangan komunitas manusia yang dimulai dari kawasan itu. Sementara istilah ''Alhijr'' dalam Alquran disesuaikan kurun ruang-waktu di mana Nabi Muhammad, Nabi yang pamungkas hidup. Bahkan, lebih jauh, para mufasirin menginterpretasikan ''Alhijr'' sebagai daerah di antara Yasrib dan Syiria. Perihal ini agaknya kurang memuaskan, karena daerah tersebut belum ditemukan tanda-tanda adanya bekas peradaban tempo dulu.

Berdasarkan lempengan-lempengan tanah liat bertulis milik bangsa 'Aad yang ditemukan dalam panggalian, kota pertama yang dibangun Nabi Hud di tempat yang baru adalah Lagash. Kemudian diikuti berdirinya kota-kota baru di sekitarnya. Sepeninggal Nabi Hud, keadaan daerah itu menjadi kacau balau sampai berlarut-larut ke beberapa generasi berikutnya. Pada akhirnya muncul seseorang yang dianugerahi wahyu kenabian, ya dialah Shulih.

Junta Militer Urnamu
Setelah Nabi Hud wafat, tongkat kepemimpinan diwariskan kepada seseorang yang tidak secerdas Nabi Hud. Pemimpin baru itu dikisahkan diculik oleh Utuhegal, seorang politheis yang haus kekuasaan. Semenjak itu, keadaan menjadi berantakan. Prinsip-prinsip kemadanian yang dicetuskan oleh Nabi Hud mulai ditinggalkan tanpa pengetahuan tentang bahaya yang akan menimpa. Utuhegal berusaha melanggengkan kekuasaannya dengan cara membentuk badan kemiliteran. Langkah ini menjadi bumerang bagi dirinya, sebab salah satu jenderal besarnya, Urnamu, mengadakan kudeta besar-besaran untuk menumbangkan Utuhegal.

Dengan tumbangnya rezim Utuhegal, maka bangsa itu diperintah oleh Urnamu. Keunggulannya dalam menjatuhkan Utuhegal, tidak berarti ia membawa perubahan ke arah yang lebih baik, karena ia sama sekali tidak mampu melakukan terobosan baru dengan cara mendobrak paham yang sangat liar yaitu menyembah patung-patung. Pada kurun waktu kekuasaannya, kehidupan komunitas itu mengalami penurunan nilai yang amat drastis. Bahkan bisa dikatakan lebih buruk daripada masa kekuasaan Utuhegal. Faktor utamanya ialah Urnamu sendiri menuhankan patung-patung pahlawannya yang hidup sebelum Nabi Hud. Kalau boleh kita bandingkan, bangsa Indonesia juga mengalami gaya hidup seperti mereka, menjadikan seorang pahlawan proklamatornya sebagai Tuhan meskipun tidak melalui seremonial tertentu, namun secara perilaku dapat dideteksi.

Sesuatu yang cukup punya nilai pada masa kekuasaan Urnamu, bangsa yang hidup di zona --yang dalam Alquran disebut Alhijr-- tersebut tidak memiliki nama. Yang jelas, penyebutan dengan istilah ''Sumeria'' oleh para sejarawan adalah bermuasal dari nama aslinya ''Sumer'' yang memiliki persamaan alphabet dengan [T]samud.

Berdasarkan Alquran surat Al-A'raaf ayat 73-74 yang menyebutkan bahwa bangsa kuno yang hidup sesudah eksistensi bangsa 'Aad adalah bangsa Tsamud. Dan jika dibandingkan dengan fakta historis dari situs arkeologi di Mesopotamia setelah kehancuran bangsa Akad muncullah bangsa Sumer. Maka kemungkinan besar Sumer (atau yang biasa disebut Sumeria) tidak lain adalah Tsamud. Kondisi asli bangsa Sumer ketika puing-puingnya ditemukan dalam penggalian arkeologi mirip dengan gambaran Alquran tentang Tsamud, menjadi pendukung kebenaran Alquran mengenai kisah tentang komunitas zaman dulu.

Pengaruh Urnamu sebagai penguasa bangsa Tsamud sepertinya sangat kuat, hal ini disebabkan monarki absolut yang diterapkannya dengan dukungan militerisme. Sistem pengelolaan negara menjadi feodalisme, otokrasi mayoritas dengan arbriter Urnamu sebagai puncaknya, bisa kita perhatikan pada QS Shaad ayat 12-13.

Arsitektur bangunannya terbilang sangat tinggi menurut ukuran masa itu, dinding-dinding bangunan disusun dari bata bakar dan bata jemur. Bahkan salah satu gedungnya mencapai ketinggian 21 meter di atas pemukiman. Terkadang dinding-dinding tiap bangunan mencapai ketebalan 2 meter. Di samping itu, pola bangunan kadang-kadang mirip piramida atau kerucut dengan pondasi bangunan yang telah dibuat sebagus mungkin, sesuai dengan QS Al-A'raaf ayat 74. Berdasarkan hasil penggalian juga terlihat adanya ketidakadilan, golongan elite tinggal di rumah-rumah mewah di kotaraja. Sementara golongan lemah tinggal di rumah-rumah sumpek yang jauh dari kotaraja. Hal ini jelas menandakan telah terjadi pertentangan antarwarga, bisa kita pelajari pada QS Huud ayat 61-67.

Kehancuran Sumeria
Seperti bangsa pendahulunya --yaitu 'Aad-- bangsa Tsamud (Sumer, Sumeria) juga mengalami kehancuran dan terkubur bersama penduduknya di bawah timbunan pasir gurun tanpa diketahui secara pasti apa faktor penyebabnya. Lagi-lagi para sejarawan dengan tergesa-gesa, kembali menuduh ''gerombolan Gut'' [istilah bernuansa negatif yang diberikan kepada pengikut Nabi Hud oleh para orientalis] telah menyerang dan menghancurkan Sumeria seperti yang dialami bangsa pendahulunya. Padahal, sekali lagi sangat mustahil apabila gerombolan Gut menghancurkan Sumeria dengan pertimbangan yang teramat banyak seperti apa tujuannya menyerang Sumeria? Mungkinkah dengan jumlah anggota kecil, gerombolan Gut mampu menghancurkan Sumeria yang memiliki tentara dan teknologi yang lebih canggih. Sementara para sejarawan tahu pasti bahwa penduduk, kekayaan (emas, perak, lazuardi, dan lainnya) dan bangunan bangsa Sumeria terkubur dalam tumpukan pasir (al-ahqaaf) secara utuh. Sehingga analisis yang kira-kira mendekati kebenaran yaitu bahwa bangsa Sumeria yang tidak lain adalah bangsa Tsamud hancur akibat bencana yang sangat dahsyat karena mereka telah mengeksploitasi alam secara tidak seimbang, dapat kita cermati pada QS Fushshilat ayat 17. Sementara keadaan alam saat itu masih sangat rawan petaka karena sedang melakukan proses penstabilan akibat bencana banjir yang melanda seluruh permukaan bumi (era Nabi Nuh, kira-kira 4000 SM).

Sesuai dengan aturan kosmos: sesuatu yang tidak alami, natur, suci, fitrah seperti misalnya kepercayaan yang bersifat delusif atau mitos, pasti akan dilibas habis oleh perputaran alam. Di mana dalam Alquran pun disebutkan --innal bathila kaana zahuuqa-- sesungguhnya yang tidak benar adalah sesuatu yang pasti lenyap, maka ketika bangsa Sumeria terjebak dalam berbagai kenakalan hidup, muncullah Shulih (Shulig, Shulgi).

Baginda Urnamu menemui ajalnya di dalam petaka yang menimpa Sumeria. Sementara ada orang-orang Sumeria yang tidak mengalami petaka itu, karena sudah melakukan evakuasi di bawah koordinator Shulih, yang menurut prasasti sezamannya bernama Shulig atau Shulgi. Merekalah orang-orang penganut monoteisme (Islam) yang amat dimusuhi rezim Urnamu. Shulgi sendiri oleh mereka dikenal sebagai guru karena kecerdasannya, diplomat (rasul), pelindung seni, pendiri masjid dan penyelenggara segala kebaikan bagi negeri dan rakyatnya.





read more “Kisah Para Nabi - Nabi Hud - Shulih dan Gerakan Madani Mesopotamia”

Thursday, January 21, 2010

Berkenalan dengan diri sendiri

Di negeri yang bernama Indonesia ini semuanya bisa terbolak-balik. Orang bersalah bisa menjadi benardan tak tersentuh hukum, sementara wong cilik yang tak bersalah justru bisa meringkuk tak berdaya dalam penjara.
Akrobatik logika inilah yang dimunculkan oleh butet kartaredjasa dalam lakon sarimin, sebuah monolog yang ditampilkan di graham bhakti budaya taman ismail marzuki (TIM), Jakarta, 14-18 november 2007. penampilan raja monolog butet ini merupakan rangkaian hajatan besar art summit Indonesia 2007.
Sarimin, seorang tukang monyet keliling, diperankan butet kertasedjasa. Peria tua berusia 54 tahun ini suatu hari menemukan sebuah kartu tanda penduduk (KTP), karena sarimin buta huruf, ia tidak bisa membaca informasi yang tertera dalam ktp tersebut dan memutuskan menyerahkannya kepada polisi.
Akan tetapi, polisi yang bertugas tidak menghiraukannya dan terus mengetik tigas-tugasnya yang berjibun. Banyak tugas yang lebih besar dan penting yang harus dilakukan yang harus dilakukan (polusi eh salah!polisi maksudnya)polisi dibandingkan melayani wong cilik macam sarimin.
Sarimin pun dibiarkan bertahun-tahun menunggu hingga suatu saat seorang petugas menegurnya dan menanyakan urusannya. Sarimin yang berniat menyerahkan KTP yang ia temukan tersebut ternyata malah dituduh mencuri dan berniat melakukan pemerasan karena ternyata KTP tersebut milik hakim agung kamu bisa dikenai pasal 322 dan pasal 368 lho tegas polisi tersebut.
Meski mati-matian ia menolak tuduhan tersebut, sariminpun tetap dijerumuskan dalam bui. Binsar, seorang pengacara yang membelanya, justru menyarankan sarimin untuk mengaku bersalah.
Di manakah keadilan?
Nasib buruk sarimin adalah gambaran hidup wong cilik di Indonesia. Tertindas, tak punya pilihan, dipermainkan dan dimiskinkan secara structural. Di manakah keadilan jika orang benar dipaksa mengaku salah?
Dalam pertunjukannya, butet dengan lincah berganti-ganti peran: menjadi sarimin, polisi dan pengacara binsar. Semua tokoh ia hidupi dengan interpretasinya. Ketakberdayaan sarimin, arogansi polisi dan pengacara yang hanya mencari nama pun tersaji apik penuh banyolan khas butet. Penonton pun terpingkal mendengar celetuk-celetuknya.
Monolog yang skenarionya ditulis Agus noor ini merupakan buah diskusi panjang bersamapraktisi hokum Pradjoto SH. Musik garapan djaduk Ferianto menghidupkan suasana.
Lewat pergelaran yang berdurasi nyaris dua jam ini penonton diajak untuk berkaca: inilah potert hokum di Indonesia. Kita semua diajak merenung: ketika hokum berpisah dengan keadilan, ketika hokum bercerai dengan kebenaran, ketika penegakan hokum menjadi cerita duka nestapa, maka yang terjadi bukan hanya derita umat manusia, tetapi runtuhnya peradaban sebuah bangsa. Kompas!!!





read more “Berkenalan dengan diri sendiri”

Jumat sedang bercengkrama

Malam semakin larut, manusia pun larut dalam mimpinya
Musik semakin nyaring terdengar, para pengunjung pun semakin keras menggoyangkan kepalanya
Sesuai kesepakatan dengan sang rabbul izzati, Malam pun berlalu dan digantikan oleh pagi
Semakin larut,larut dan larut larut larut teruzzzzzzzzzzzzzzz
Entahlah apa yang sebenarnya dicari oleh manusia-manusia itu
Masyaallah………….!tolonglah hambamu ini gusti


Kemana kekuatan agama ini?
 Nabi bersabda : kemunculan Islam dimulai dari keterasingan, dan akan diakhiri dengan keadaan yang sama.
 Duapuluh tiga tahun adalah waktu yang sangat pendek jika dinisbatkan pada kondisi masyarakat yang carut marut- lebih carut marut dibanding saat ini-.tapi kenapa umat islam seakan tidak memiliki kaki untuk berdiri, tidak memiliki mata untuk menatap masa depan, tidak memiliki gizi yang cukup sehingga ia rentan terserang penyakit semacam busung lapar, lumpuh dan lain-lain.


Aku tidak tahu pak pres!
Apa yang harus aku perbuat pak?
Kemana aku harus berjalan?
Bagaimana aku bisa menjadi manusia yang layak ?
Aku sudah tidak sanggup menjadi warga Negara ini.
Negara kaya, tapi miskin.
Kaya ole anugrah tuhan.
Miskin oleh kita sendiri yang suka mencuri.
Pemerintahan ini sebenarnya adalah para pencuri yang selalu bersembunyi di balik wajah kekuasaan , uang dan agama.


Benar-benar jaman edan!
Jaman abu-abu.
Jaman nyungsang.
Otak jadi kaki.
Kaki jadi otak.
Salah jadi benar.
Benar jadi salah.
Keburukan jadi kebaikan.
Kebaikan jadi keburukan.
Yang penting puas bung!! (09,05,2008, asrama IAIN Supel,20:07)

Mau kemana Negara kita ini?
Rakyat, jangan banyak berharap terhadap pemerintah seperti sekarang ini.
Semakin kuat harapan kita terhadap pemerintahan ini, semakin menganga luka yang diderita.
Betapa tidak, kepercayaan yang diamanatkan oleh rakyat semakin membuat rakyat sengsara.
Ditambah lagi, ulah para setan, iblis yang menjelma menjadi manusia yang mengaku wakil rakyat
Ditambah lagi, ulah para dajjal, penghancur system hukum yang dipikulnya
Ditambah lagi, ulah para konglomerat keparat yang tak henti-hentinya menghisap keringat rakyat kecil
Ditambah lagi, ulah para politisi sialan yang merayu rakyat ketika dibutuhkan, sehabis pemilu , sirakyat akan ditendang jauh-jauh.
Wahai warga Negara Indonesia tercinta ini!ingat, dan catat dengan jelas bahwa Negara kita ini sudah dikepung di empat penjuru mata angin. Aspek hukum sudah dikuasai oleh manusia keparat yang selalu taat pada mereka yang beruang. Tidak ada bedanya, apakah dia polisi, MA, dll. Aspek ekonomi sudah dikuasai oleh entah apa namanya, mau dibilang manusia, kayaknya terlalu mulya.aspek politik sudah dikelilingi oleh politikus-politikus bangsattttttttt. Aspek pendidikan sudah dikuasai oleh para pelacur pendidikan.








read more “Jumat sedang bercengkrama”